KENDARI — Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi penyaluran makanan bergizi di Kota Kendari telah menyentuh angka 112.193 penerima manfaat. Angka ini didominasi oleh 90.880 peserta didik, disusul 8.448 guru dan tenaga kependidikan, serta 12.865 jiwa dari kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Koordinator SPPG/BGN Regional Sulawesi Tenggara, Maharanny Puspaningrum, mengungkapkan bahwa sisa cakupan layanan sebesar 9,34 persen masih dalam proses penyelesaian. "Persiapan penambahan SPPG baru di Kota Kendari tengah berjalan untuk menutup kekurangan tersebut," katanya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Program MBG Tahun 2026, Senin.
Dampak Ekonomi: 2.042 Tenaga Kerja Terserap, Mayoritas Warga Kendari
Di luar aspek pemenuhan gizi, program strategis nasional ini rupanya menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dari total 2.042 tenaga kerja yang terlibat di seluruh dapur MBG, sebanyak 95,4 persen merupakan warga yang berdomisili di Kota Kendari.
Angka ini menunjukkan bahwa efek berantai dari program MBG tidak hanya dirasakan oleh anak sekolah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Keberadaan dapur-dapur MBG di berbagai titik kota turut menghidupkan sektor jasa dan logistik pangan skala kecil.
Instruksi Wali Kota: Bahan Baku Dapur MBG Wajib Serap Potensi Lokal
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh kelancaran program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Ia menginstruksikan agar pasokan bahan baku pangan untuk dapur MBG memprioritaskan potensi lokal Kota Kendari.
"Pelaksanaan MBG bukan hanya menjadi tanggung jawab BGN atau SPPG semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga Forkopimda," ujar Siska.
Langkah ini akan dieksekusi melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mencakup Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan, dan Dinas Tenaga Kerja. Dengan memanfaatkan hasil bumi dan laut lokal, pemerintah berharap program ini menciptakan dampak ganda bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Target Strategis: Menekan Angka Stunting di Kota Kendari
Selain menyerap hasil panen petani dan nelayan, penggunaan bahan pangan lokal dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Pemerintah kota meyakini akses makanan bergizi yang konsisten mampu mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya.
Rakor percepatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Sekda Kota Kendari Amir Hasan, Korda BGN Sultra Mulyadi, unsur Forkopimda, serta jajaran pengelola SPPG dan mitra kerja terkait. Seluruh elemen sepakat untuk mempercepat realisasi target penuh 123.756 penerima manfaat di tahun ini.