Pencarian

Rupiah Tembus Level 17.946 per Dolar AS, Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemicu Penguatan

Rabu, 05 Agustus 2026 • 10:45:31 WIB
Rupiah Tembus Level 17.946 per Dolar AS, Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemicu Penguatan
Rupiah dibuka menguat ke level Rp 17.992 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

SULAWESI TENGGARA — Berdasarkan data Bloomberg, rupiah mengawali perdagangan di level Rp 17.992 per dolar AS, menguat 0,20% atau 45 poin. Tekanan jual terhadap dolar AS meningkat setelah rilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang menunjukkan jumlah lowongan kerja di AS lebih rendah dari perkiraan analis. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam mulai mendingin, sehingga membuka ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 18.027 per dolar AS, melemah 0,17% dibandingkan hari sebelumnya di level Rp 17.997. Kini, mata uang Garuda berhasil membalik arah dan kembali menguji level psikologis di bawah Rp 18.000.

Sentimen Ganda: Data JOLTS dan Peluang Gencatan Senjata Selat Hormuz

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai depresiasi dolar AS tidak terlepas dari dua katalis utama. Pertama, data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan pasar. Kedua, laporan yang beredar mengenai kemungkinan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka peluang normalisasi jalur pelayaran di Selat Hormuz.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data JOLTS AS yang lebih lemah dari perkiraan dan optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan," ujar Lukman kepada Katadata, Rabu (5/8).

Normalisasi situasi di Selat Hormuz menjadi angin segar bagi pasar global. Pasalnya, jalur tersebut merupakan titik vital bagi distribusi minyak mentah dunia. Kepastian keamanan jalur pelayaran berpotensi menurunkan premi risiko geopolitik dan menekan harga komoditas energi, yang pada akhirnya turut mendukung penguatan mata uang negara pengimpor minyak seperti Indonesia.

Kewaspadaan Menanti Rilis PDB Kuartal II-2026

Meski momentum penguatan terlihat jelas, ruang apresiasi rupiah dinilai masih terbatas. Pelaku pasar memilih bersikap konservatif menjelang pengumuman resmi data produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang hari ini.

Lukman menjelaskan, data pertumbuhan ekonomi domestik akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah selanjutnya. Angka tersebut merepresentasikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi.

"Investor akan mencermati apakah pertumbuhan ekonomi mampu bertahan di tengah perlambatan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas," imbuhnya.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah akan berada dalam rentang Rp 17.900 hingga Rp 18.050 per dolar AS. Level support berada di kisaran Rp 17.900, sementara resistensi terdekat berada di angka psikologis Rp 18.000.

Investasi mengandung risiko.

Follow www.kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks