SULAWESI TENGGARA — Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, secara gamblang menyampaikan optimismenya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8/2026). Ia berharap MSCI mengambil keputusan adil dalam proses rebalancing berkala yang hasilnya akan diumumkan pekan ini.
Reformasi Pasar Modal Jadi Modal Negosiasi
Hasan menegaskan bahwa berbagai agenda transparansi dan reformasi integritas di pasar modal Indonesia telah diakui oleh penyedia indeks global, termasuk MSCI dan FTSE Russell. Pengakuan ini menjadi dasar harapan agar pembekuan dapat segera berakhir.
"Kita berharap dengan seluruh perkembangan agenda transparansi dan reformasi integritas di pasar modal, tidak dalam waktu lama, para indeks provider global dapat secara fair gitu ya, kemudian melihat kelayakan itu dan mulai tidak lagi mengenakan pembekuan atau freeze ke dalam perhitungan indeks yang terkait dengan Indeks Indonesia," ujarnya.
Nasib Saham Unggulan dan Target Jangka Panjang
Selain pencabutan status freeze, OJK juga berharap MSCI mempertahankan saham-saham unggulan berkapitalisasi pasar terbesar yang saat ini tercatat dalam MSCI Global Standard Indexes dan MSCI Global Small Cap Indexes. "Mudah-mudahan saham-saham terbaik kita masih dipandang layak untuk menjadi tujuan investasi para investor global," jelas Hasan.
Target berikutnya lebih ambisius. OJK ingin semakin banyak emiten lokal yang memenuhi kriteria ketat MSCI dan masuk sebagai konstituen indeks global, bukan sekadar mempertahankan posisi yang sudah ada.
Jadwal Pengumuman dan Efektivitas Perubahan
MSCI dijadwalkan merilis daftar saham yang masuk (addition) dan keluar (deletion) pada 12 Agustus 2026 pukul 23.00 waktu Central European Summer Time (CEST). Publikasi dilakukan melalui situs resmi www.msci.com.
Seluruh perubahan indeks baru akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026. Artinya, investor institusi masih punya waktu nyaris tiga pekan untuk menyesuaikan portofolio mereka sebelum perubahan resmi diterapkan.
Yang Perlu Diperhatikan Investor
Tinjauan Agustus ini mencakup cakupan luas, mulai dari MSCI Global Standard Indexes, Global Small Cap Indexes, Micro Cap Indexes, hingga MSCI China A Onshore Indexes dan China All Shares Indexes. Bagi investor ritel Indonesia, fokus utama tetap pada pergerakan saham besar di indeks standar dan small cap.
Perlu dicatat, meski OJK optimistis, keputusan akhir tetap berada di tangan MSCI yang menggunakan kriteria ketat seperti likuiditas, kapitalisasi pasar, dan kepemilikan asing. Status freeze yang masih berlaku menjadi pengingat bahwa persepsi pasar global terhadap tata kelola pasar modal Indonesia belum sepenuhnya pulih.
Optimisme regulator memang beralasan, tetapi investor sebaiknya tetap menunggu pengumuman resmi pekan ini sebelum mengambil posisi. Rebalancing indeks kerap memicu pergerakan harga jangka pendek yang signifikan, baik untuk saham yang masuk maupun keluar dari daftar konstituen.