Pencarian

Konten Kreator Ebemartono Minta Ganti Rugi Usai Rekam Usher GIIAS 2026, Warganet Geram

Selasa, 04 Agustus 2026 • 08:10:31 WIB
Konten Kreator Ebemartono Minta Ganti Rugi Usai Rekam Usher GIIAS 2026, Warganet Geram
Konten kreator Ebemartono meminta ganti rugi setelah videonya merekam usher GIIAS 2026 diminta untuk dihapus.

SULAWESI TENGGARA — Viral di media sosial, sebuah unggahan dari akun ebemartono menjadi sorotan setelah memperlihatkan aksinya merekam salah satu usher di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Alih-alih mengakui kesalahan, perekam justru meminta ganti rugi saat diminta untuk menarik kontennya.

Etika Merekam di Event: Batas Antara Konten dan Privasi

Persoalan ini bermula dari sebuah video yang diunggah oleh ebemartono. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang usher yang tengah bertugas menjadi objek bidikan kamera. Pihak yang merasa tidak nyaman dengan perekaman tersebut kemudian meminta agar video itu dihapus atau di-take down.

Permintaan tersebut bukannya dipenuhi, sang kreator justru mengajukan syarat berupa permintaan ganti biaya. Sikap ini sontak memicu reaksi negatif dari warganet. Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak profesional dan justru mencoreng nama baik para konten kreator lain yang bekerja dengan etika.

Kronologi Permintaan Take Down dan Syarat Kompensasi

Berdasarkan unggahan yang beredar, perekam merasa keberatan ketika ditegur karena merekam tanpa izin. Ia berdalih bahwa dirinya adalah konten kreator dan sedang mencari materi untuk konten. Namun, ketika diminta menghapus, ia mengaitkannya dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan.

"Kalau dihapus, ganti dong biaya saya ke sini," begitu kira-kira nada permintaan yang disampaikan, seperti dikutip dari percakapan yang tersebar. Sikap ini dinilai sebagai bentuk pemerasan halus dan tidak menghormati hak privasi orang lain yang sedang bekerja.

Permintaan kompensasi yang tidak lazim ini justru menjadi bumerang. Alih-alih mendapat simpati, publik justru ramai-ramai mengkritik dan membagikan ulang unggahan tersebut untuk mengingatkan bahaya perilaku semacam ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari akun ebemartono maupun penyelenggara GIIAS mengenai tindak lanjut insiden ini.

Pelajaran bagi Konten Kreator: Izin Itu Penting

Kejadian di GIIAS 2026 ini menjadi pengingat pentingnya etika dalam pembuatan konten. Meskipun sebuah event bersifat publik, bukan berarti semua orang di dalamnya bisa dijadikan objek materi tanpa persetujuan. Menghormati privasi dan meminta izin terlebih dahulu adalah langkah dasar yang wajib dilakukan.

Permintaan ganti rugi yang dilayangkan ebemartono justru menunjukkan pemahaman yang keliru tentang hak cipta dan hak atas gambar diri. Dalam hukum Indonesia, setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, termasuk dari perekaman yang mengganggu atau merugikan. Alih-alih mencari keuntungan, langkah yang benar adalah meminta maaf dan menghapus konten yang dianggap merugikan pihak lain.

Insiden ini juga menjadi catatan bagi penyelenggara event otomotif seperti GIIAS untuk mempertegas aturan soal pengambilan gambar. Perlindungan terhadap para staf dan pekerja lapangan perlu diperkuat agar mereka tidak menjadi korban dari ulah segelintir orang yang mengatasnamakan kreativitas.

Follow www.kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks