KENDARI — Museum bukan sekadar tempat penyimpanan benda-benda tua. Pernyataan itu ditegaskan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meninjau Kantor Museum dan Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari, Sabtu.
"Museum adalah etalase peradaban dunia. Di dalamnya tersimpan jejak sejarah, budaya, seni, dan ilmu pengetahuan yang menjadi identitas sebuah daerah dan bangsa," ujar Fadli Zon didampingi Gubernur Sultra Andi Sumagerukka, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Plt Sekda Muhammad Fadlansyah, dan Kadis Dikbud Sultra Aris Badara.
Museum Harus Jadi Tempat yang Hidup dan Inklusif
Fadli Zon menekankan museum harus relevan bagi masyarakat modern. Menurutnya, fungsi museum tidak boleh berhenti sebagai gudang koleksi.
"Kita harus membuat museum itu menjadi tempat yang hidup, relevan dan inklusif, harus bercerita dan menginspirasi. Jangan sampai museum hanya jadi gedung benda-benda tua," kata Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan itu berada di Kendari dalam rangkaian kunjungan kerja ke Sulawesi Tenggara. Ia dijadwalkan menghadiri pembukaan Festival Liang Kabori di Kabupaten Muna dan meninjau situs gua purba Liang Kabori yang menyimpan lukisan gua tertua di dunia berusia sekitar 67.800 tahun.
Koleksi Unggulan: Peti Jenazah 400 Tahun hingga Tulang Paus Biru 12 Meter
Dalam kunjungannya, Fadli Zon menyusuri gedung berlantai dua museum dan melihat langsung sejumlah koleksi unggulan. Ia meninjau koleksi geologi berupa batu-batuan tambang khas Sultra, etnografi yang menampilkan pakaian adat empat suku, serta biologika seperti hewan Anoa yang diawetkan dan tulang ikan paus biru sepanjang 12 meter.
Perhatian khusus juga tertuju pada koleksi arkeologi berupa peti jenazah berusia 400 tahun serta aneka permainan tradisional yang tersimpan di museum.
4.684 Koleksi Terbagi dalam 10 Kategori
Kepala UPTD Museum Sultra La Udin menyebutkan, hingga 2024 total koleksi yang tersimpan mencapai 4.684 benda. Koleksi itu terbagi dalam 10 kategori, yakni geologika, biologika, teknologika, seni budaya, etnografi, arkeologi, historika, numismatika, filologi, dan keramik.
Fadli Zon berharap Museum Sultra segera berbenah, terutama pada sarana dan ruang koleksi, agar pengunjung lebih betah dan mendapatkan informasi yang lebih luas tentang benda-benda bersejarah di dalamnya.