Pencarian

Rupiah Menguat ke Rp17.859 di Awal Pekan, Momentum Stop Impor Solar Jadi Katalis Baru

Senin, 29 Juni 2026 • 10:23:31 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.859 di Awal Pekan, Momentum Stop Impor Solar Jadi Katalis Baru
Rupiah menguat ke Rp17.859 per dolar AS di awal pekan seiring penghentian impor solar.

SULAWESI TENGGARA — Keputusan menghentikan impor solar menjadi angin segar bagi pasar valuta asing di awal pekan. Selama ini, impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar menjadi salah satu sumber utama permintaan dolar AS di dalam negeri. Dengan penghentian impor tersebut, kebutuhan devisa untuk membayar pasokan energi diperkirakan turun drastis, sehingga secara fundamental mengurangi tekanan beli terhadap greenback.

Penguatan rupiah hari ini memutus tren pelemahan yang terjadi sepanjang pekan lalu. Pada perdagangan Kamis (25/6), rupiah sempat terperosok ke level Rp17.967 per dolar AS, melemah 15 poin. Bahkan, pada Rabu (24/6) pagi, mata uang Garuda dibuka melemah 0,40% ke Rp17.931 akibat kekhawatiran suku bunga tinggi The Fed yang diperkirakan bertahan sepanjang 2026.

Tekanan Dolar Mulai Mereda?

Sepanjang pekan ketiga Juni, rupiah terus berada dalam tekanan. Pada Senin (22/6), kurs dibuka melemah ke Rp17.813 per dolar AS, dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Kekhawatiran inflasi AS yang tinggi serta sikap hawkish bank sentral AS membuat dolar perkasa di pasar Asia, termasuk Indonesia.

Namun, penguatan hari ini mengindikasikan bahwa sentimen domestik mulai kembali diperhitungkan pelaku pasar. Langkah strategis pemerintah menyetop impor solar dinilai sebagai sinyal kuat untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

Mengapa Stop Impor Solar Jadi Game Changer

Impor solar sebanyak 300 ribu barel per hari selama ini menjadi beban besar bagi neraca perdagangan migas Indonesia. Dengan produksi kilang dalam negeri yang terus ditingkatkan, penghentian impor ini diperkirakan menghemat devisa hingga miliaran dolar per tahun. Penghematan ini secara langsung mengurangi kebutuhan pasokan dolar di pasar valas domestik.

Para analis melihat langkah ini sebagai katalis jangka menengah yang positif bagi stabilitas rupiah. "Jika realisasi penghentian impor berjalan mulus, tekanan terhadap kurs bisa berkurang signifikan. Ini lebih berdampak fundamental dibanding intervensi harian Bank Indonesia," ujar seorang analis pasar uang yang enggan disebutkan namanya.

Proyeksi Pergerakan Rupiah ke Depan

Meskipun menguat di sesi pembukaan, pergerakan rupiah sepanjang hari ini diperkirakan masih fluktuatif. Pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi global serta pernyataan pejabat bank sentral AS. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas jangka pendek, terutama menjelang pengumuman data ketenagakerjaan AS pekan ini.

Sepekan sebelumnya, rupiah sempat menyentuh level terlemahnya di Rp17.967 per dolar AS pada Kamis (25/6). Level psikologis Rp18.000 masih menjadi ancaman jika sentimen eksternal kembali memburuk. Namun, dengan adanya momentum penguatan hari ini dan katalis baru dari sektor energi, harapan untuk menjauh dari level tersebut kembali terbuka.

Follow www.kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediaindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks