Pencarian

Universitas Mandala Waluya Kendari Edukasi 2 Kelompok Kunci Cegah Tengkes di Desa Bajoe Konawe

Jumat, 09 Oktober 2026 • 09:16:31 WIB
Universitas Mandala Waluya Kendari Edukasi 2 Kelompok Kunci Cegah Tengkes di Desa Bajoe Konawe
Tim akademisi Universitas Mandala Waluya Kendari memberikan edukasi pencegahan tengkes kepada ibu balita dan kader di Desa Bajoe, Konawe.

KONAWE — Tim akademisi Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari menyasar ibu balita dan kader sebagai peserta utama edukasi pencegahan tengkes di Desa Bajoe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Dua kelompok itu dinilai berperan langsung dalam pemenuhan gizi, pengasuhan, serta pemantauan pertumbuhan anak di ranah keluarga dan masyarakat.

Kegiatan dipimpin Ketua Tim Pelaksana Edukasi UMW, Dr. Ari Nofitasari, SKM, MKM. Ia menyebut pendekatan yang dipakai sengaja dibuat sederhana supaya pesan kesehatan terserap warga.

Materi yang Disampaikan ke Ibu Balita dan Kader

Edukasi mencakup pemahaman dasar tentang tengkes, prinsip gizi seimbang, dan pentingnya asupan protein hewani. Peserta juga mendapat materi soal pemberian makan sesuai usia anak, pencegahan infeksi, serta pemantauan pertumbuhan balita secara rutin.

Tim pelaksana terdiri dari Dr. Ari Nofitasari, SKM, MKM, Dr. Wa Ode Nova Noviyanty, S.Psi., M.Kes, dan Dr. Sunarsih, SKM, M.Kes. Penyampaian materi dilakukan lewat diskusi dan tanya jawab interaktif, dilengkapi leaflet sebagai media pembelajaran.

Peserta juga disosialisasikan soal pemanfaatan posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di wilayah mereka.

Ikan di Perairan Soropia Jadi Sumber Protein Hewani

Wilayah pesisir Soropia menyimpan potensi pangan lokal yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Ikan dan hasil laut yang melimpah di sekitar pemukiman warga bisa menjadi sumber protein hewani utama keluarga bila diolah dan dipadukan tepat dalam pola makan seimbang.

Ari menekankan pentingnya potensi tersebut bagi pemenuhan gizi anak di kawasan pesisir Sulawesi Tenggara.

"Melalui edukasi ini, kami berharap para ibu balita semakin memahami perannya dalam menjaga pertumbuhan anak, sementara para kader dapat memperkuat pendampingan serta penyebaran informasi kesehatan melalui kegiatan posyandu di wilayahnya," ujarnya.

Kontribusi UMW untuk Wilayah Pesisir Sultra

Kegiatan pengabdian ini disebut Ari sebagai bentuk kontribusi nyata UMW dalam menerapkan ilmu pengetahuan langsung untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Sasaran jangka panjangnya adalah wilayah pesisir Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan.

Pendampingan kader lewat posyandu menjadi kunci agar informasi kesehatan tidak berhenti di satu kali pertemuan. Ibu balita yang memahami gizi seimbang dan rutin memantau tumbuh kembang anak diharapkan mampu menekan risiko tengkes di tingkat desa.

Follow www.kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks