Pencarian

Pemkab Kolaka Utara Uji Coba PMAAS di 50 Hektare Sawah Pakue Utara, Target 12 Ton per Hektare

Rabu, 07 Oktober 2026 • 08:13:02 WIB
Pemkab Kolaka Utara Uji Coba PMAAS di 50 Hektare Sawah Pakue Utara, Target 12 Ton per Hektare
Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memulai uji coba program PMAAS di lahan persawahan Desa Pundoho, Kecamatan Pakue Utara.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mulai menerapkan gerakan tanam padi melalui program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PMAAS) di areal persawahan Desa Pundoho, Kecamatan Pakue Utara, Sulawesi Tenggara. Uji coba di lahan seluas 50 hektare ini menyasar perluasan tanam Provinsi Sultra yang ditetapkan 17.533 hektare, dengan potensi produktivitas hingga 12 ton per hektare.

KENDARI — Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Utara Nusba Nuhung menyatakan program PMAAS mengandalkan pendekatan teknologi modern. Pola tanam diarahkan serentak dalam satu hamparan, dengan pengaturan padat benih, pupuk, air, serta pemanfaatan pesawat nirawak untuk penyemprotan.

"PMAAS merupakan pendekatan peningkatan produksi padi berbasis teknologi modern. Pola tanam diarahkan secara serentak dalam satu hamparan dengan pengaturan padat benih, pupuk, air, serta pemanfaatan teknologi modern seperti penyemprotan menggunakan pesawat nirawak (drone)," kata Nusba Nuhung saat dihubungi di Kendari.

Potensi Hasil 12 Ton per Hektare di Lahan Uji Coba

Nusba menyebut lahan uji coba di Desa Pundoho berpotensi mendongkrak produktivitas hingga 12 ton per hektare. Harapan itu disampaikan seiring pelaksanaan gerakan tanam yang berlangsung di tengah musim kemarau.

"Program peningkatan produksi padi melalui pertanian modern ini kita uji coba di Desa Pundoho. Harapan kita hasilnya memuaskan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Dari 1.482 Hektare Luas Baku Sawah, 1.000 Hektare Produktif

Kolaka Utara memiliki total luas baku sawah 1.482,11 hektare. Sekitar 1.000 hektare di antaranya berada dalam kondisi produktif.

Khusus Kecamatan Pakue Utara, potensi hamparan sawah mencakup 170 hektare. Rinciannya, 135 hektare sawah irigasi dan 35 hektare sawah tadah hujan.

Kebutuhan Benih Naik Jadi 100 Kilogram per Hektare

Penerapan pola padat PMAAS menuntut benih sekitar 100 kilogram per hektare. Sementara alokasi bantuan reguler yang diterima saat ini hanya 25 kilogram per hektare.

Nusba pun mengusulkan penambahan alokasi benih dari pemerintah pusat. Usulan itu disampaikan agar kebutuhan sarana produksi di lokasi uji coba terpenuhi.

Pemprov Sultra Siapkan Benih 70 Kilogram per Hektare

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sultra Kamri Alwi menyatakan pemerintah mendukung penuh program PMAAS. Dukungan mencakup penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, penanganan organisme pengganggu tanaman, hingga pengadaan silika dan dolomit.

"Untuk PMAAS disiapkan benih 70 kilogram per hektare dan saat ini sedang proses uji mutu. Pengelolaan air juga diatur agar tidak tergenang terus-menerus supaya akar tanaman berkembang kuat," ucap Kamri.

Jejak Uji Coba di Kolaka Timur Jadi Acuan

Uji coba PMAAS sebelumnya di Kabupaten Kolaka Timur mencatatkan potensi hasil hingga 11 ton per hektare. Melihat kondisi tanah dan pasokan air di Desa Pundoho, Kamri optimistis produktivitas di lokasi tersebut mencapai minimal 10 ton per hektare.

Kamri turut mengingatkan pentingnya kelengkapan data poligon lahan. Pengusulan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga harus tertib agar verifikasi program dari pusat berjalan optimal.

Sekda Minta Penyuluh Aktif Manfaatkan Program Pusat

Sekda Kolaka Utara H. Muhammad Idrus menyambut positif pelaksanaan gerakan tanam di tengah musim kemarau. Ia meminta dinas teknis dan para penyuluh aktif berkolaborasi memanfaatkan peluang program dari pemerintah pusat.

"Potensi pertanian kita sangat besar. Sinergi dan kolaborasi harus ditingkatkan agar seluruh dukungan anggaran maupun operasional dari pusat dapat ditindaklanjuti secara maksimal demi memperkuat ketahanan pangan daerah," kata Idrus.

Follow www.kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks