Pencarian

Zulhas Umumkan Koalisi Panjang PAN-Gerindra di Hadapan Kader Sultra, Singgung Impor Pangan dan Kampung Nelayan

Rabu, 07 Oktober 2026 • 06:47:01 WIB
Zulhas Umumkan Koalisi Panjang PAN-Gerindra di Hadapan Kader Sultra, Singgung Impor Pangan dan Kampung Nelayan
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berpidato di hadapan kader PAN se-Sulawesi Tenggara di Hotel Claro, Kendari, Selasa (6/10/2026).

KENDARI — Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyebut koalisi dengan Partai Gerindra sebagai koalisi panjang yang didasari kesamaan visi dan tujuan. Partai lain, menurutnya, berposisi sebagai teman seperjuangan, bukan lawan.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas di hadapan ratusan kader dan tamu undangan pada pertemuan kader PAN se-Sulawesi Tenggara di Hotel Claro, Kendari, Selasa malam (6/10/2026).

"Kita koalisi dengan Gerindra itu koalisi panjang. Partai-partai itu teman kita, bukan musuh. Dalam bahasa agamanya, amar ma'ruf nahi mungkar, berbuat baik untuk negeri ini," jelasnya.

Setia kepada Cita-Cita, Bukan kepada Orang

Di awal pidatonya, Zulhas menekankan bahwa kesetiaan PAN diarahkan pada cita-cita dan nilai perjuangan, bukan pada figur tertentu. Ia menyebut nilai yang diperjuangkan partainya sejalan dengan cita-cita Indonesia merdeka.

"Kita setia kepada cita-cita, bukan setia kepada orang. Setia kepada perjuangan, setia kepada nilai-nilai dan platform yang kita bangun," tegasnya.

Menurutnya, keadilan, kemakmuran, kesetaraan, pencerdasan rakyat, serta ekonomi yang dijiwai Pasal 33 dan 34 UUD 1945 menjadi fondasi perjuangan tersebut. Kekayaan alam, katanya, harus dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Ia menyoroti praktik konsesi yang dinilainya sarat transfer pricing dan manipulasi volume, dan menilai hal itu bertentangan dengan semangat pasal tersebut.

Impor 13 Juta Ton Terigu dan Nilai Tukar Nelayan 103

Zulhas membeberkan data ketergantungan impor pangan yang disebutnya merendahkan kehormatan bangsa. Indonesia tercatat mengimpor 13 juta ton terigu, 6 juta ton kedelai, 6 juta ton gula, dan 4 juta ton garam setiap tahun.

"Kalau kita tergantung pada impor, artinya rakyat, gubernur, bupati, kita semua berada di garis kemiskinan. Yang dapat manfaat itu luar negeri," ujarnya.

Ia menyebut pemerintah menargetkan swasembada beras pada 2025 tanpa impor lagi berdasarkan data Bank Dunia. Nilai tukar petani padi dan jagung ditargetkan naik dari 111 menjadi 129.

Persoalan lain yang disorotnya adalah nilai tukar nelayan yang masih rendah, yakni 103 pada 2025. Kondisi itu, katanya, membuat nelayan rentan miskin dan laut Indonesia terus dicuri nelayan asing.

"Kalau Bupati, Gubernur tidak bagi beras, mana makan dia? Enggak bisa sekolah anaknya. Apa kita biarkan?" serunya.

4 Juta Hektare Lahan Pelanggaran Kembali ke Negara

Zulhas memuji keberhasilan penegakan hukum di bidang pelanggaran kawasan hutan dan penertiban timah di Bangka Belitung di bawah kepemimpinan Prabowo. Sebanyak 4 juta hektare lahan perkebunan pelanggaran berhasil dikembalikan ke negara.

Pemerintah, lanjutnya, menargetkan pembangunan 2.000 kampung nelayan tahun depan dan 3.000 kampung nelayan tahun berikutnya. Setiap kampung akan dilengkapi poliklinik, balai lelang, bengkel, SPBN, dan koperasi.

Selain itu, pemerintah merencanakan 40.000 bioflok tematik di setiap desa dan 80.000 koperasi, dengan 35.000 koperasi berhasil dibangun tahun ini.

"Indonesia tidak mungkin maju kalau hanya ada satu mercusuar di Jakarta. Kita bisa maju kalau tiap desa menjadi pusat-pusat ekonomi," tandasnya.

Pesan untuk Kader Sultra: Dukung Gubernur, Jangan Kritik di Luar

Pada bagian akhir pidatonya, Zulhas mengingatkan bahwa partai tidak akan berhasil membela rakyat jika internalnya berkonflik. Persatuan, katanya, menjadi kunci.

Mantan anggota yang berbeda pendapat dipersilakan kembali tanpa dendam. Kader yang sudah pindah partai pun tidak perlu diganggu.

"Tidak ada partai yang berhasil membela rakyat kalau internalnya berantem. Publik muak," tegasnya.

Khusus kepada kader PAN Sulawesi Tenggara, ia memberikan arahan agar mendukung Gubernur dan tidak mengkritik di luar. Masukan penting, katanya, sebaiknya disampaikan melalui jalur yang baik.

"Gubernur itu tidak gampang. Benar saja salah, apalagi salah. Tolong didukung. Saya tidak mau dengar ada kritik di luar dari kader partai," perintahnya.

Ia menutup pidato dengan filosofi matahari, logo PAN. Matahari, katanya, tidak pernah membeda-bedakan dan menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.

"PAN terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dan mengabdi untuk Indonesia. Karpet biru untuk semua," pungkasnya.

Follow www.kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idealita.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks