SULAWESI TENGGARA — Kontingen Indonesia menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan lima medali emas, melampaui target yang ditetapkan. Menpora Erick Thohir menyebut capaian itu istimewa karena seluruh emas datang dari cabang-cabang Olimpiade.
Lima medali emas kontingen Merah-Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 diraih dari bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan. Bulu tangkis menyumbang dua emas lewat beregu putra dan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Rahmat Erwin Abdullah menambah emas dari angkat besi kelas 75kg putra, Desak Made Rita Kusuma Dewi dari nomor speed putri panjat tebing, dan Nurisa Dian Ashrifah dari panahan compound.
Seluruh Emas Datang dari Cabang Olimpiade
Erick menilai komposisi medali emas kali ini berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Menurutnya, capaian itu membuktikan pembinaan di cabang-cabang Olimpiade mulai berjalan sesuai arah yang diinginkan.
"Ya, melebihi target. Dan saya senang medali-medali itu dikumpulkan dari cabang-cabang Olimpiade. Ada panahan, ada bulutangkis, angkat besi, lalu panjat tebing," kata Erick saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, Selasa (6/10/2026).
Erick menambahkan, keberhasilan ini tidak boleh berhenti sebagai euforia sesaat. Pemerintah langsung mengalihkan fokus ke dua multievent berikutnya, SEA Games 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Pelatnas Jangka Panjang Mulai Disiapkan
Erick mengaku sudah meminta jajarannya menyusun ulang program pelatnas nasional. Arahan Presiden Prabowo Subianto, menurut dia, menghendaki pelatnas berjalan dalam siklus panjang, bukan persiapan jangka pendek menjelang turnamen.
"Nah, ini yang kita minggu depan, saya sudah minta mulai refocusing buat Pelatnas SEA Games 2027 dan Olimpiade. Kita mulai sekarang. Karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) kami mau ada Pelatnas jangka panjang, jadi kita sudah mulai lagi," ujarnya.
Cabang Gagal Target Terancam Mandiri
Erick tidak menutup mata pada cabang-cabang yang tidak memenuhi target. Ia menegaskan evaluasi akan dijalankan, termasuk pemberian sanksi sesuai skema anggaran berbasis target yang kini diterapkan.
"Sama, ada rewards dan punishment. Karena sekarang semua anggaran itu spesifik sesuai dengan targetnya seperti apa," kata Erick.
Ia menyinggung kasus padel yang sebelumnya harus berjalan mandiri tanpa dukungan penuh. Menurut Erick, pola serupa bisa diterapkan ke cabang lain yang berjanji mencapai target tetapi gagal mewujudkannya.
"Padel kemarin mandiri. Jadi ya kalau memang yang janji (target) ya kita janjikan juga mandiri," lanjutnya.
Masih Ada Ruang Evaluasi Sebelum Sanksi
Saat ditanya apakah cabang yang gagal akan langsung dimandirikan, Erick tidak memberi jawaban tegas. Ia memilih menekankan bahwa evaluasi tetap dibuka sebelum keputusan final diambil.
"Ya enggak, yang berjanji, tidak menepatinya, kita juga menjanjikan untuk mandiri. Itu punishment-nya? Ya enggak seperti itu, kita beri kesempatan," ucap Erick Thohir.
Dengan lima emas, Indonesia menutup perjalanan di Aichi-Nagoya lebih baik dari proyeksi awal. Fokus kini bergeser ke pembenahan cabang yang tertinggal, menjelang SEA Games 2027 dan persiapan jangka panjang menuju Los Angeles 2028.