Pencarian

Menjelang Pemilihan Ketua BPD KKSS Kota Kendari, Pengamat Soroti Tiga Kriteria Nakhoda Ideal

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 11:46:00 WIB
Menjelang Pemilihan Ketua BPD KKSS Kota Kendari, Pengamat Soroti Tiga Kriteria Nakhoda Ideal
Pemilihan Ketua BPD KKSS Kota Kendari menjadi perhatian warga perantau asal Sulawesi Selatan.

KENDARI — Pemilihan Ketua Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Kendari menjadi perhatian warga perantau asal Sulawesi Selatan. Andi Sultan Bakri, pemerhati sosial budaya Sulsel di Kendari, menilai posisi ketua bukan sekadar figur populer yang dipilih berdasarkan kedekatan darah atau kepentingan politik sesaat.

Dalam catatannya, Andi menyebut KKSS di Kendari sebagai rumah besar, payung, dan jangkar identitas bagi perantau Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Warga KKSS di kota itu bukan minoritas karena turut menggerakkan sektor ekonomi, pendidikan, dan birokrasi.

KKSS di Rantau sebagai Community of Solidarity

Dari kacamata sosiologi, Andi menempatkan KKSS di Kendari sebagai community of solidarity. Fungsinya tiga: wadah adaptasi bagi warga yang baru datang dari Sulsel, mediator ketika terjadi konflik sosial, serta penggerak ekonomi solidaritas lewat semangat abbulo sibatang.

Nilai luhur orang Sulsel dinilainya harus jadi landasan kepemimpinan KKSS. Yakni Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi — saling memanusiakan, saling mengingatkan, dan saling memuliakan.

Ditambah falsafah Pura Manre Si Manre, Pura Sialle Si Alle, yaitu siapa yang sudah makan mengajak yang belum, siapa yang sudah mendapat rezeki mengajak yang belum. "Inilah jiwa mengayomi," tulis Andi.

Mengayomi dan Merangkul Semua Kalangan

Kriteria pertama, ketua KKSS tidak boleh hanya menjadi ketua untuk kelompok Bugis Bone, Makassar Gowa, atau Wajo saja. Ia harus menjadi milik semua rumpun.

Di Kendari, kata Andi, ada pengusaha, ASN, pedagang di Pasar Mandonga, mahasiswa, hingga sopir pete-pete. Semua mesti merasa dirangkul.

Pemimpin yang mengayomi dinilainya hadir bukan hanya saat pesta, tapi juga ketika warga tertimpa duka, saat ada sengketa lahan, atau saat warga berurusan dengan hukum. "Ia menjadi penyejuk," sebutnya.

Tidak Tipis Telinga dan Pegang Prinsip Getteng serta Lempu

Kriteria kedua, ketua KKSS tidak boleh tipis telinga. Andi mengutip pepatah Bugis Taroi Karawu, Nametti Pabbere — simpan kebaikan, tapi jangan simpan kebencian.

Penyakit organisasi paguyuban, menurut dia, adalah gosip, bisik-bisik, dan adu domba. Ketua yang tipis telinga mudah dihasut satu-dua orang di lingkarannya dan memutuskan silaturahmi karena laporan sepihak.

Nilai Bugis-Makassar mengajarkan Getteng, teguh pada prinsip, dan Lempu, jujur serta adil dalam mengambil keputusan. Mendengar semua pihak, mengonfirmasi lewat tabayyun, baru memutuskan.

Ketua yang tipis telinga dinilainya akan memecah KKSS menjadi kubu-kubu. Sebaliknya, ketua yang berprinsip akan mempersatukan.

Motivator Kerukunan Antar Etnis di Tanah Rantau

Kriteria ketiga, tantangan terbesar KKSS di Kendari hari ini bukan lagi konflik internal sesama Bugis-Makassar. Persoalannya adalah menjaga kerukunan dengan suku Tolaki sebagai tuan rumah, serta suku Muna, Buton, dan lainnya.

Andi menilai KKSS butuh ketua yang mampu menerjemahkan falsafah Bugis "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" secara nyata. Ia harus mengajak warga KKSS menghormati kearifan lokal Kendari dan aktif dalam kegiatan lintas etnis.

Ketua juga diharapkan menjadi motivator yang mendorong lahirnya pengusaha baru, memacu anak muda KKSS berprestasi, dan menjaga nama baik Sulsel di rantau.

Memilih Pemersatu, Bukan Pemecah

Andi menegaskan Musyawarah Daerah KKSS Kota Kendari harus menjadi momentum konsolidasi, bukan transaksi. Ia mengajak warga memilih sosok yang hadir saat warga susah, mendengarkan semua pihak ketika ada masalah, dan mengajak rukun saat berbicara.

Harapannya, BPD KKSS Kota Kendari ke depan dipimpin nakhoda yang mampu membawa kapal besar itu berlayar aman di Teluk Kendari. Layar terkembang bertuliskan Satu Keluarga, Satu Hati, untuk Kendari yang Rukun.

Abbulo Sibatang, Acca Sipitang, Sipakatau.

Follow www.kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediasultra.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks