Pencarian

PKKMB UHO 2026 Resmi Ditutup, Wakil Rektor III Tegaskan Larangan Kekerasan Senior ke Mahasiswa Baru

Selasa, 11 Agustus 2026 • 17:00:01 WIB
PKKMB UHO 2026 Resmi Ditutup, Wakil Rektor III Tegaskan Larangan Kekerasan Senior ke Mahasiswa Baru
Wakil Rektor III UHO, Dr. Herman, menegaskan larangan kekerasan fisik maupun psikis dalam penutupan PKKMB 2026.

KENDARI — Universitas Halu Oleo (UHO) menutup rangkaian PKKMB tahun 2026 dengan sejumlah catatan penting terkait perlindungan mahasiswa baru. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Herman, S.H., LL.M, memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengenalan kampus telah menerima sosialisasi tegas mengenai larangan tindak kekerasan, baik fisik maupun psikis.

Herman menegaskan, sanksi tegas menanti bagi senior atau oknum yang terbukti melakukan kekerasan. Jika tindakan tersebut masuk kategori pidana, kasusnya akan langsung diserahkan kepada aparat kepolisian. Sementara untuk pelanggaran administratif, kampus memiliki Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) yang siap memproses.

Larangan Atribut Tambahan yang Membebani Mahasiswa Baru

Di luar persoalan kekerasan, Herman menyoroti kebijakan baru yang membebaskan mahasiswa baru dari kewajiban membeli atribut tambahan. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari upaya UHO untuk menghilangkan beban pembiayaan yang tidak perlu bagi para maba.

“Tahun ini juga kami tidak membebankan kepada mahasiswa untuk memakai atribut-atribut yang menurut kami itu adalah pembiayaan. Mereka datang apa adanya, tanpa harus ada caping, tanpa ada atribut-atribut lain,” ujarnya.

Peran Senior dan Dosen dalam Menjaga Kenyamanan Maba

Herman menekankan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan PKKMB tidak hanya berada di pundak panitia, tetapi juga melibatkan senior, mahasiswa, pimpinan fakultas, hingga dosen. Semua elemen ini diharapkan mematuhi ketentuan pencegahan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

“Kepada seluruh mereka sudah kita sosialisasikan dari panitia rektorat bahwa tidak dimungkinkan sama sekali adanya kekerasan ataupun hal-hal yang bisa mengakibatkan gangguan terhadap proses penerimaan mahasiswa baru ini,” tegasnya.

Komitmen UHO Ciptakan Kampus Bebas Kekerasan

Dengan berakhirnya PKKMB, UHO berharap mahasiswa baru dapat melanjutkan tahapan kehidupan akademik tanpa tekanan maupun perlakuan yang merendahkan. Kampus menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

“Harapannya jelas bahwa dalam penerimaan mahasiswa baru kali ini kita tidak diperkenankan untuk melakukan kekerasan apa pun. Jangankan fisik, fisik saja kita tidak boleh melakukan kekerasan,” pungkas Herman.

Follow www.kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultrakini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks