KENDARI — Andi Sumangerukka menegaskan bahwa veteran bukan sekadar pelaku sejarah, melainkan penjaga nilai-nilai luhur perjuangan bangsa yang harus terus dirawat. Menurutnya, nilai-nilai seperti patriotisme, nasionalisme, keberanian, dan rela berkorban merupakan warisan moral yang wajib ditanamkan kepada setiap generasi penerus.
"Usia boleh menua, tetapi semangat juang tidak pernah mengenal batas waktu. Veteran bukan hanya pelaku sejarah, melainkan penjaga nilai-nilai luhur perjuangan bangsa," kata Andi Sumangerukka di hadapan jajaran Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sultra.
Kemajuan Teknologi Tidak Cukup Tanpa Kekuatan Karakter Bangsa
Gubernur menilai kemajuan Indonesia tidak bisa hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan teknologi semata. Dibutuhkan kekuatan karakter yang berakar kuat pada nilai-nilai perjuangan agar pembangunan yang dilakukan memiliki fondasi moral yang kokoh.
Di tengah dinamika global, perubahan sosial, dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, warisan semangat veteran justru kian relevan. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi kompas moral dalam menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan di tengah arus perubahan zaman.
Veteran Bukan Catatan Masa Lalu, tetapi Inspirasi yang Hidup
Andi Sumangerukka secara tegas mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap para pejuang. Para veteran tidak sepatutnya dipandang hanya sebagai bagian dari catatan sejarah yang usang, melainkan sumber inspirasi yang terus hidup di tengah masyarakat.
"Saya mengajak masyarakat untuk tidak memandang veteran hanya sebagai bagian dari masa lalu, tetapi menjadikan veteran sebagai sumber inspirasi yang hidup," ujarnya.
Peringatan Hari Veteran Nasional di Sultra
Upacara peringatan Hari Veteran Nasional yang digelar Pemerintah Provinsi Sultra ini dihadiri langsung oleh jajaran LVRI Sultra. Kehadiran para veteran dalam upacara tersebut menjadi simbol nyata bahwa semangat perjuangan mereka tetap menyala dan menjadi teladan bagi generasi muda.
Momentum 10 Agustus ini mengingatkan bangsa Indonesia pada keberhasilan Pertempuran Surakarta pada Agustus 1949, sebuah peristiwa yang menjadi bukti teguhnya tekad mempertahankan kemerdekaan hingga lahirnya pengakuan kedaulatan. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil pengorbanan darah dan air mata para pendahulu.