KENDARI — Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji, menegaskan bahwa hasil audit dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri bukan sekadar dokumen formal. Ia meminta seluruh Kasatker dan Kasatwil di jajarannya untuk menjadikan rekomendasi tersebut sebagai pijakan evaluasi nyata demi memperkuat tata kelola organisasi.
Empat Aspek yang Jadi Sorotan Kapolda
Dalam arahannya, Kapolda menyoroti empat bidang utama yang harus segera dibenahi. Pertama, implementasi merit system pada bidang sumber daya manusia (SDM) sesuai regulasi terbaru. Kedua, penataan administrasi dan pengelolaan aset di bidang logistik.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pertanggungjawaban keuangan sesuai ketentuan administrasi. Terakhir, penguatan administrasi dan pengawasan kegiatan operasional agar kinerja Polda Sultra efektif, terukur, dan akuntabel.
Bukan Sekadar Kewajiban Administratif
“Setiap rekomendasi audit harus dipahami dan diimplementasikan secara konsisten sebagai bagian dari upaya membangun sistem kerja yang semakin baik,” tegas Kapolda di hadapan para pejabat utama Polda Sultra.
Ia memperingatkan agar temuan serupa tidak kembali muncul pada audit berikutnya. Menurutnya, tindak lanjut rekomendasi adalah momentum untuk memperkuat profesionalisme, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif semata.
Apresiasi untuk Tim Auditor
Kegiatan taklimat akhir ini turut dihadiri Auditor Kepolisian Utama Tk. I Itwasum Polri Irjen Pol. Budi Wasono dan Auditor Kepolisian Utama Tk. II Baharkam Polri Brigjen Pol. Asep Teddy Nurrasyah. Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan serta sejumlah pejabat utama juga tampak hadir.
Kapolda menyampaikan apresiasi kepada Tim Audit Itwasum Polri atas masukan konstruktif yang diberikan. Ia berharap seluruh jajaran menjadikan hasil audit sebagai cambuk untuk mewujudkan pelayanan kepolisian yang lebih transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.