SULAWESI TENGGARA — Seorang ibu di Ohio, Annielaurie Grace, viral setelah video baby bump-nya yang tampak sangat pucat menuai komentar pedas warganet. Kondisi kulitnya ternyata bukan tanda bahaya medis, melainkan warna alami yang ia miliki sejak sebelum hamil. Simak penjelasan lengkap soal perubahan kulit selama kehamilan berikut.
Kehamilan keempat yang dijalani Grace berlangsung relatif normal, meski ia sempat mengalami hiperemesis gravidarum hingga usia kandungan 22 sampai 24 minggu. Dokter menyarankannya bed rest di awal kehamilan dan ia beberapa kali harus mendapat infus.
Setelah keluhan mereda, perempuan 33 tahun itu mulai aktif membagikan perjalanan kehamilannya di media sosial. Dari situ komentar soal warna perutnya bermunculan.
Grace menegaskan warna kulit pucat itu sudah ia miliki secara alami jauh sebelum hamil. Dokter pun tidak pernah mengkhawatirkan kondisinya.
"Dokter kulit justru senang. Aku memang harus menjalani prosedur pengangkatan sebagian tahi lalat di perut awal musim semi ini, dan hasilnya benar-benar normal," ujarnya seperti dikutip People.
Ia mengaku hampir sepanjang hidup memakai pakaian renang one-piece, sehingga area perut nyaris tidak pernah terpapar sinar matahari. Pengalaman terbakar matahari saat remaja membuatnya memilih tetap tertutup.
Selama hamil, tubuh perempuan memang mengalami banyak perubahan, termasuk pada kulit. Beberapa yang paling sering muncul adalah garis hitam di perut (linea nigra), stretch mark, dan kulit yang tampak lebih gelap di area tertentu.
Penyebabnya adalah lonjakan hormon estrogen dan melanocyte-stimulating hormone yang membuat produksi pigmen meningkat. Karena itu, warna kulit bisa berbeda antara satu kehamilan dan kehamilan lainnya.
Grace sendiri merasakan hal berbeda di kehamilan sebelumnya. Saat mengandung anaknya yang kini berusia 2 tahun, ia sempat berjemur sampai perutnya kecokelatan.
"Setelah melahirkan, warnanya menjadi lebih gelap, mengelupas, dan terlihat agak aneh. Selama kehamilan itu, saya juga mengalami stretch mark paling banyak," katanya.
Grace mengaku kaget dengan reaksi orang terhadap videonya. Komentar yang awalnya lucu berubah jadi cemoohan yang menyebut perutnya menjijikkan.
"Aku tidak suka bahwa masyarakat memiliki standar kecantikan yang begitu ketat sehingga jika kamu tidak memenuhinya, orang-orang berpikir tidak apa-apa untuk berkomentar buruk," ucapnya.
Ia berharap ibu hamil lain yang merasa perutnya tidak sepenuhnya kecokelatan bisa berdamai dengan kondisi tubuhnya. Banyak teman menghubunginya setelah video itu viral, dan ia menjawab satu per satu untuk menegaskan kondisinya baik-baik saja.
Perubahan warna kulit saat hamil umumnya tidak berbahaya. Namun, ada beberapa tanda yang sebaiknya diperiksakan, seperti munculnya bercak baru yang cepat membesar, perubahan warna pada tahi lalat, atau ruam yang disertai gatal hebat dan nyeri.
Ibu juga perlu waspada bila kulit pucat disertai lemas, pusing, atau sesak napas, karena bisa jadi tanda anemia. Pemeriksaan darah rutin saat hamil membantu mendeteksi kondisi ini lebih awal.
Setiap tubuh ibu hamil punya cerita perubahannya sendiri. Merawat kulit dengan pelembap, cukup minum air, dan memakai tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan tetap jadi langkah sederhana yang bisa dilakukan.