KENDARI — Tekanan jual terhadap emas masih cukup kuat secara teknikal. Pada timeframe Daily, harga kembali membentuk rejection di zona resistance 4.170, sinyal bahwa buyer belum mampu mempertahankan momentum kenaikan setelah menguji area tersebut.
“Pada timeframe Daily, emas kembali menunjukkan rejection di level 4.170. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, tekanan bearish masih berpeluang berlanjut menuju support berikutnya di 4.109–4.086,” ujar Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.
Pergerakan tersebut berkaitan dengan pola Drop Base Drop yang terbentuk pada chart Daily. Pola ini menunjukkan potensi kelanjutan tren turun apabila tekanan jual kembali menguat.
Area 4.109–4.086 menjadi zona penting yang perlu diperhatikan jika harga kembali bergerak ke bawah. Sebaliknya, penembusan resistance 4.170 dan bertahannya posisi di atas level itu dapat mengurangi tekanan bearish dan membuka ruang pemulihan harga.
Dari sisi fundamental, emas berhadapan dengan tekanan dolar AS dan tingginya Treasury yield. Reuters melaporkan harga emas spot turun sekitar 0,3% ke US$4.128,69 per troy ounce.
Penguatan dolar dan kenaikan yield Treasury membatasi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Kondisi itu terjadi meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober telah berkurang setelah data tenaga kerja AS lebih lemah dari perkiraan.
Reuters mencatat pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga pada Oktober jauh lebih rendah, sementara peluang kenaikan pada Desember masih menjadi perhatian investor.
Geraldo menilai respons pasar terhadap data ekonomi AS tetap penting. Jika tekanan terhadap pasar tenaga kerja terus meningkat dan ekspektasi pengetatan moneter semakin berkurang, emas berpotensi mendapatkan dukungan dari sisi fundamental.
“Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober memang dapat menjadi faktor pendukung emas. Namun, penguatan dolar dan Treasury yield yang masih tinggi menjadi hambatan utama. Karena itu, secara teknikal rejection di 4.170 perlu menjadi perhatian sebelum melihat peluang pembalikan arah,” jelas Geraldo.
Reuters juga mencatat yield Treasury AS masih berada di level tinggi. Dolar AS tetap mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed belum sepenuhnya keluar dari kemungkinan pengetatan kebijakan.
Perkembangan geopolitik tetap menjadi variabel yang dapat memengaruhi permintaan safe haven. Ketegangan di Timur Tengah berpotensi meningkatkan minat terhadap emas apabila risiko geopolitik kembali meningkat.
Dalam jangka pendek, pergerakan dolar dan yield masih menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut menentukan apakah harga emas melanjutkan pelemahan atau membuka peluang pemulihan.