SULAWESI TENGGARA — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) merampungkan Gas-In Commissioning pipa bawah laut West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping, membuka jalan bagi masuknya gas Natuna ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) PLN Batam di Tanjung Uncang. Keberhasilan tahap ini menjadi tonggak penting proyek penugasan Menteri ESDM untuk menghadirkan pasokan gas domestik yang andal. Bagi pelanggan PLN di Batam, Sumatra Bagian Tengah, dan Jawa Barat, aliran gas ini menjamin keandalan pasokan listrik ke depan.
Paragraf pembuka: Proses Gas-In Commissioning dimulai dengan pembukaan Double Block Blade Valve yang melibatkan penyelam dan Remotely Operated Vehicle (ROV). Keduanya dikerahkan untuk memastikan tidak ada kebocoran, baik di titik tie-in maupun di sepanjang pipa hingga fasilitas onshore. Hasilnya, aliran gas dari Natuna dipastikan aman dan lancar menuju Pulau Pemping.
Pipa WNTS–Pemping dirancang membawa gas dari Natuna masuk ke Indonesia melalui Pulau Pemping. Setelah commissioning pipa bawah laut rampung, proyek berlanjut ke tahap commissioning Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping. Fasilitas ini menjadi titik terima gas sebelum dialirkan ke pembangkit PLN Batam.
PLN EPI menegaskan tahapan ini bukan akhir proyek. Perusahaan masih mengawal sejumlah proses teknis hingga gas benar-benar mengalir ke pembangkit.
Plh. Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyebut keberhasilan Gas-In Commissioning sebagai langkah penting dalam pelaksanaan penugasan Menteri ESDM. Penugasan itu mencakup pembangunan dan pengoperasian pipa WNTS–Pemping guna menghadirkan pasokan gas domestik yang andal bagi sistem kelistrikan Batam, Sumatra Bagian Tengah, dan Jawa Barat.
Pemanfaatan gas Natuna juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya energi nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"PLN EPI akan terus mengawal tahapan berikutnya hingga gas dapat mengalir ke pembangkit," kata Rakhmad, Rabu (7/10/2026).
Warga Batam yang menjadi pelanggan PLN merasakan dampak paling langsung. Pasokan gas yang stabil ke PLTG Tanjung Uncang mengurangi ketergantungan pembangkit pada bahan bakar alternatif yang lebih mahal. Sistem kelistrikan Sumatra Bagian Tengah dan Jawa Barat juga akan menerima manfaat serupa seiring penyaluran gas yang lebih andal.
Bagi pelaku usaha hulu dan hilir migas, proyek ini membuka jalur monetisasi gas Natuna ke pasar domestik. Selama ini sebagian produksi gas di kawasan tersebut lebih banyak dialirkan ke luar negeri.
PLN EPI menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha hulu dan hilir migas, pengelola infrastruktur gas, serta PLN disebut sebagai faktor penentu agar pengaliran gas berjalan aman dan sesuai target.
Perusahaan menyatakan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan kesiapan pasokan dan kebutuhan gas pembangkit selaras dengan penyelesaian infrastruktur.
Penutup: Keberhasilan Gas-In Commissioning menempatkan pipa WNTS–Pemping sebagai salah satu proyek strategis dalam peta pasokan gas domestik. Jika tahapan ORF berjalan lancar, gas Natuna segera memperkuat bauran energi pembangkit PLN di kawasan barat Indonesia.