OJK Sultra dan Pemkab Kolut Perkuat Akses Modal untuk 28.784 Keluarga Petani Kakao

Penulis: Ragil  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:46:01 WIB
OJK Sultra bersama Pemkab Kolaka Utara menjalankan program PED Kakao untuk membuka akses pembiayaan formal bagi keluarga petani kakao.

KOLAKA UTARA — OJK Sulawesi Tenggara dan Pemkab Kolaka Utara menjalankan program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Kakao untuk membuka akses pembiayaan formal bagi ribuan keluarga petani. Data Statistik Perkebunan menempatkan Kolaka Utara sebagai jantung penghasil kakao Sultra dengan luas areal 78.969 hektare dan volume produksi 62.260 ton per tahun. Angka itu menyumbang 61 persen dari total produksi kakao Sultra.

Kontribusi tersebut sekaligus mengukuhkan Sulawesi Tenggara sebagai sentra kakao terbesar kedua di tingkat nasional. Namun, posisi strategis itu belum sejalan dengan kesejahteraan petani di tingkat bawah.

Apa yang Membuat Petani Kakao Kolaka Utara Rentan?

Hambatan akses modal menjadi persoalan utama. Petani juga menghadapi ancaman gagal panen akibat faktor iklim yang sulit diprediksi.

Kondisi itu membuka ruang bagi skema pinjaman tidak resmi yang memberatkan. Rentenir dan tengkulak kerap menjadi penyelamat terakhir petani saat kebutuhan mendesak datang, meski dengan bunga tinggi.

Program PED Kakao dirancang untuk memutus rantai ketergantungan tersebut. OJK dan Pemkab Kolaka Utara mendorong petani beralih ke lembaga keuangan formal yang diawasi negara.

Respons Bupati Kolaka Utara

Bupati Kolaka Utara Nur Rahman Umar menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai program ini sebagai angin segar bagi perekonomian warga setempat.

"Kehadiran program ini dinilai menjadi angin segar yang dapat menyelamatkan petani dari cengkeraman tengkulak dan pinjaman tidak resmi berbiaya tinggi. Pemerintah Daerah Kolaka Utara berkomitmen penuh untuk terus memberikan dukungan nyata, baik dari sisi kebijakan hingga penyediaan data yang akurat," ujar Nur Rahman dikutip dari siaran pers OJK, Sabtu (3/9/2026).

Dukungan kebijakan dan penyediaan data akurat menjadi dua hal yang ditekankan pemerintah daerah. Keduanya dibutuhkan agar program pembiayaan tepat sasaran.

Skala Ekonomi yang Dipertaruhkan

Luas areal 78.969 hektare menempatkan kakao sebagai komoditas utama Kolaka Utara. Produksi tahunan 62.260 ton menjadikan daerah ini penopang utama pasokan kakao Sultra.

Jika akses modal membaik, petani berpeluang meningkatkan produktivitas lahan. Pemkab Kolaka Utara optimistis petani kakao mampu menjadi tuan rumah yang mandiri dan sejahtera di daerahnya sendiri.

Kolaborasi OJK dan Pemkab ini menjadi uji nyata apakah pendekatan keuangan formal bisa menggantikan peran tengkulak di sentra kakao terbesar kedua nasional.

Reporter: Ragil
Sumber: portal.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top