Bank Sampah Kendari Kumpulkan 23,6 Ton Limbah Anorganik dari ASN Sepanjang September 2026

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:42:31 WIB
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan arahan terkait gerakan pemilahan sampah anorganik di lingkup Pemkot Kendari.

Bank Sampah Balai Kota Kendari mencatat pengumpulan sampah anorganik dari jajaran ASN dan lingkungan sekolah mencapai 23,6 ton dengan nilai ekonomi Rp39,8 juta sepanjang September 2026. Realisasi itu melampaui target minimal bulanan yang ditetapkan sebesar 21,01 ton. Program yang dijalankan lewat Instruksi Wali Kota Kendari Nomor 4 Tahun 2026 ini mewajibkan 10.505 ASN lingkup Pemkot Kendari menyetorkan sedikitnya dua kilogram sampah anorganik terpilah setiap bulan.

KENDARI — Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyebut gerakan memilah dan menyetorkan sampah dari sumbernya sebagai langkah nyata jajaran pemkot memberi contoh pengelolaan lingkungan yang bijak kepada masyarakat. Persoalan sampah, kata dia, tidak semestinya hanya dilihat dari aktivitas membuang.

"Persoalan sampah tidak semestinya hanya dilihat dari aktivitas membuang. Pengelolaan harus dimulai sejak dari sumbernya dengan memilah sampah yang masih memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi guna mengurangi beban TPA," kata Siska.

Sumbangan Terbesar dari OPD, Sekolah Menyusul

Dari total 23,6 ton yang terkumpul, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi penyumbang terbesar dengan setoran mencapai 17,8 ton bernilai Rp30,2 juta. Lingkungan sekolah menyusul dengan 5,8 ton yang setara nilai ekonomi Rp9,5 juta.

"Sementara itu, lingkungan sekolah menyumbang sebanyak 5,8 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp9,5 juta," ujarnya.

Angka-angka itu membuat realisasi September 2026 berada di atas target minimal bulanan sebesar 21,01 ton. Pencapaian tersebut tidak lepas dari kewajiban yang dibebankan kepada 10.505 ASN lingkup Pemkot Kendari.

Dua Kilogram per Bulan, Dicairkan Jadi Tabungan

Melalui Instruksi Wali Kota Kendari Nomor 4 Tahun 2026, setiap ASN wajib mengumpulkan dan menyetorkan sedikitnya dua kilogram sampah anorganik terpilah setiap bulan. Dalam pengelolaannya, Pemkot Kendari menggandeng CV Jaya Subur untuk menampung berbagai jenis limbah anorganik terpilah.

Jenis limbah yang diterima meliputi plastik, kertas, kardus, kaleng, hingga besi tua. Material yang terkumpul kemudian dapat dicairkan menjadi tabungan maupun uang tunai bagi penyetornya.

Camati dan Lurah Diminta Replikasi Tiap Jumat

Siska meminta para camat dan lurah mereplikasi gerakan itu di wilayah masing-masing. Warga, komunitas, dan dunia usaha diminta terlibat secara rutin setiap Jumat.

"Jangan sampai ini hanya menjadi program di atas kertas. Jadikan bank sampah sebagai gerakan hati dan tindakan nyata bersama untuk mewujudkan Kota Kendari yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," ungkap Siska.

Gerakan pemilahan sampah anorganik ASN ini sekaligus menjadi upaya Pemkot Kendari mendukung agenda lingkungan hidup nasional, termasuk Program ASRI yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Reporter: Sutomo
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top