Ceer Pamer Sedan dan SUV Listrik Exobot, Arab Saudi Masuk Peta EV Global

Penulis: Ragil  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:03:02 WIB
Ceer memamerkan sedan dan SUV listrik Exobot yang dikembangkan secara lokal di Arab Saudi.

SULAWESI TENGGARA — Ceer, produsen otomotif nasional Arab Saudi, memamerkan dua dari tujuh model kendaraan listrik yang tengah disiapkan, terdiri dari sedan dan SUV bernama Exobot. Perusahaan patungan Foxconn dan dana kekayaan negara Arab Saudi ini menargetkan lini produk lebih luas dalam lima tahun ke depan, termasuk model menengah dan kompak dengan beragam sistem penggerak.

Ceer didirikan pada 2022 sebagai bagian dari upaya Arab Saudi membangun industri otomotif di dalam negeri. Perusahaan ini merupakan joint venture antara Foxconn, raksasa manufaktur elektronik asal Taiwan yang dikenal sebagai mitra produksi iPhone, dan dana kekayaan negara Arab Saudi.

Gambar-gambar terbaru yang beredar memperlihatkan dua model perdana Ceer: sebuah sedan listrik dan SUV yang diberi nama Exobot. Keduanya diklaim dirancang serta direkayasa secara lokal, bukan sekadar rebadge produk pihak ketiga.

Desain Cyberpunk yang Berakar pada Lanskap Arab Saudi

Ceer menyebut kedua kendaraan tersebut mengusung estetika bergaya cyberpunk. Pendekatan desain ini disebut terinspirasi oleh lanskap Arab Saudi, berakar pada budaya negara tersebut, dan mencerminkan visi pembangunan yang diusung kerajaan.

Pilihan gaya cyberpunk menempatkan Ceer pada ceruk yang berbeda dari mayoritas merek EV global. Alih-alih mengikuti bahasa desain Eropa atau Jepang, perusahaan memposisikan identitas lokal sebagai pembeda utama.

Tujuh Model dalam Rencana Lima Tahun

Ceer tidak hanya menyiapkan satu kendaraan listrik. Perusahaan menargetkan hingga tujuh model yang akan memperluas jajaran kendaraannya dalam lima tahun ke depan.

Berdasarkan pernyataan perusahaan dan kantor berita Arab Saudi, lini produk tersebut mencakup model berukuran menengah dan kompak dengan berbagai pilihan sistem penggerak. Rencana ini menunjukkan Ceer membangun portofolio penuh, bukan sekadar satu model percontohan.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang juga menjabat ketua dewan direksi dana kekayaan negara, menyatakan peluncuran kendaraan pertama Ceer sebagai langkah dalam membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.

"Peluncuran kendaraan pertama Ceer merupakan langkah maju lain dalam upaya Arab Saudi untuk membangun ekosistem industri yang berkelanjutan dan sejahtera," kata Mohammed bin Salman.

Dari Desain ke Fasilitas Manufaktur dalam Waktu Singkat

CEO Ceer James DeLuca menyoroti kecepatan perusahaan bergerak dari tahap desain awal dan proses rekayasa hingga pembangunan fasilitas manufaktur. Menurutnya, pengungkapan model-model kendaraan listrik Ceer merupakan hasil dari perjalanan yang luar biasa.

"Mulai dari desain awal dan proses rekayasa yang intensif hingga pembangunan salah satu fasilitas manufaktur tercanggih di dunia dalam waktu yang sangat singkat," ujar DeLuca.

Fasilitas manufaktur lokal menjadi kunci strategi Ceer. Dengan memproduksi di dalam negeri, perusahaan tidak hanya membangun kemampuan otomotif Arab Saudi, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor kendaraan listrik yang selama ini mendominasi pasar regional.

Posisi Ceer di Industri EV Global

Langkah Ceer menambah daftar pemain baru di industri kendaraan listrik global yang sebelumnya didominasi merek dari Tiongkok, Amerika Serikat, dan Eropa. Dukungan dana kekayaan negara memberi Ceer modal besar untuk bersaing, meski tantangannya tidak ringan.

Merek-merek EV mapan telah lebih dulu menguasai rantai pasok baterai, jaringan pengisian daya, dan skala produksi. Ceer harus membangun semuanya dari awal, termasuk ekosistem pemasok komponen di dalam negeri.

Kemitraan dengan Foxconn memberi Ceer akses ke keahlian manufaktur elektronik dan produksi massal. Foxconn sendiri telah beberapa tahun terakhir berekspansi ke sektor kendaraan listrik melalui berbagai kerja sama dengan produsen otomotif global.

Kehadiran Ceer dengan tujuh model yang direncanakan menandai ambisi Arab Saudi memperluas basis industrinya di luar minyak. Bagi pasar otomotif global, ini sinyal bahwa negara-negara penghasil energi mulai serius masuk ke rantai nilai kendaraan listrik, bukan sekadar menjadi pembeli.

Reporter: Ragil
Sumber: validnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top