SULAWESI TENGGARA — iPhone 18 Pro dan Pro Max mencatat pertumbuhan penjualan 12% year-on-year di China selama tiga hari pertama peluncurannya. Lonjakan ini mengantar Apple ke posisi puncak pasar smartphone China pada pekan ke-38 dengan pangsa 33%, menurut laporan Counterpoint Research. Pencapaian tersebut terjadi di tengah penurunan penjualan smartphone baru China sebesar 17% sejak Juli akibat kenaikan biaya komponen.
Counterpoint Research mencatat penjualan iPhone 18 Pro series pada tiga hari pertama peluncurannya berkontribusi terhadap pertumbuhan 12% year-on-year dibandingkan generasi iPhone sebelumnya. Angka tersebut terhitung signifikan karena hanya mencakup tiga hari dalam pekan ke-38, bukan periode penuh sepekan.
Laporan China Weekly Smartphone Sell-Out Tracker dari firma riset tersebut menyebut pasar smartphone China secara keseluruhan justru menyusut 17% year-on-year sejak Juli akibat kenaikan biaya komponen. Peluncuran iPhone 18 Pro disebut membalik tren tersebut di segmen premium.
Pangsa pasar 33% yang diraih Apple pada pekan ke-38 menempatkannya sebagai merek terlaris di China untuk periode tersebut. Pertumbuhan 12% year-on-year dihitung dari penjualan tiga hari pertama iPhone 18 Pro series dibandingkan penjualan iPhone pada periode setara.
Counterpoint menilai performa awal ini tidak lepas dari strategi peluncuran Apple yang memisahkan jadwal antara model Pro dan model standar. Dampaknya terlihat langsung pada komposisi penjualan di segmen harga tinggi.
Counterpoint merangkum tiga faktor utama di balik popularitas iPhone 18 Pro dan Pro Max di pasar China. Ketiganya saling berkaitan dengan timing peluncuran, kondisi harga pasar, dan strategi distribusi Apple.
Penurunan 17% year-on-year penjualan smartphone baru China sejak Juli mencerminkan tekanan biaya komponen yang dirasakan seluruh merek. Apple berhasil menahan tekanan itu dengan menyerap sebagian kenaikan biaya, sehingga harga jual iPhone 18 Pro tidak melonjak setajam kompetitor.
Keputusan merilis model Pro lebih dulu juga mengubah pola belanja konsumen China. Alih-alih menunggu model standar yang lebih murah, sebagian pembeli memilih langsung mengamankan unit Pro selama periode peluncuran awal.
Laporan Counterpoint ini khusus mencakup pasar China dan belum memberikan gambaran langsung soal performa iPhone 18 Pro di Indonesia. Meski demikian, strategi peluncuran bertahap antara model Pro dan model standar berpotensi memengaruhi pola pembelian serupa di pasar lain, termasuk Indonesia, jika Apple menerapkan jadwal rilis yang sama.
Bagi calon pembeli di Indonesia, pertumbuhan 12% year-on-year di China menunjukkan permintaan awal iPhone 18 Pro series cukup kuat. Ketersediaan resmi dan harga lokal di Indonesia belum tercantum dalam laporan tersebut.