Windows 11 Makin Berat Dikeluhkan Pengguna, Microsoft Akui Performa Masih PR Besar

Penulis: Saiful  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 23:59:31 WIB
Microsoft mengakui masih terdapat pekerjaan rumah dalam peningkatan performa Windows 11 dan menjadikannya prioritas utama pengembangan.

SULAWESI TENGGARA — Keluhan soal Windows 11 yang terasa lambat, mulai dari booting yang lama hingga File Explorer yang sering nge-lag, bukanlah hal baru di forum-forum komunitas. Namun, baru-baru ini Microsoft memberikan respons resmi yang lebih konkret. Dalam pembaruan yang dibagikan akhir Juli 2026, perusahaan mengakui masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, dan menegaskan bahwa peningkatan performa kini menjadi prioritas utama pengembangan sistem operasi mereka.

Pernyataan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen yang ditegaskan Microsoft pada Maret 2026. Saat itu, mereka berjanji untuk membenahi tiga pilar utama: performa, keandalan, dan pengalaman penggunaan. Empat bulan berselang, sebagian besar perubahan tersebut diklaim sudah melewati tahap uji coba di program Windows Insider dan siap dirilis lebih luas.

Optimasi yang Dijanjikan: Dari Booting Hingga Konsumsi RAM

Microsoft menyebut telah melakukan sejumlah optimasi signifikan. Waktu booting dan login diklaim lebih singkat, dan aplikasi bawaan seperti Start Menu, File Explorer, Search, hingga Snipping Tool ditingkatkan untuk mengurangi stuttering dan jeda saat digunakan. File Explorer sendiri disebut dirombak arsitekturnya untuk mempercepat navigasi sekaligus memperbaiki masalah lama seperti thumbnail buram dan transisi yang kurang mulus.

Soal konsumsi memori, Microsoft mengaku telah menerapkan memory allocator baru, menyempurnakan WinUI 3 agar lebih hemat RAM, dan mengurangi beban memori pada komponen Chromium serta WebView2. Menariknya, Microsoft secara spesifik menargetkan optimalisasi untuk PC dengan RAM 8 GB sebagai fokus pengembangan hingga akhir tahun ini. Ini kabar baik bagi pengguna laptop kelas menengah yang selama ini paling merasakan dampak borosnya RAM Windows 11.

Uji Coba Jagat Review: RAM 8 GB Masih Layak? Ini Jawabannya

Untuk menguji klaim tersebut, Jagat Review mencoba memakai laptop dengan RAM 8 GB untuk aktivitas harian: browsing Chrome dengan banyak tab, multitasking antar aplikasi, hingga editing video ringan. Hasilnya, laptop tersebut masih mampu memberikan pengalaman multitasking yang cukup lancar—dengan satu syarat penting: didukung prosesor yang memadai dan media penyimpanan SSD.

Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi CPU, storage, dan RAM jauh lebih menentukan dibanding hanya melihat kapasitas memori saja. Namun, perlu dicatat bahwa RAM 8 GB memang memiliki ruang yang terbatas. Windows 11 sendiri sudah memakan porsi memori yang cukup besar sejak kondisi idle. Ketika beban kerja menumpuk, kapasitas RAM bisa cepat penuh dan performa mulai menurun drastis dibanding perangkat dengan RAM lebih besar.

Perbaikan Lain: Bluetooth, USB4, dan Windows Update

Selain performa, Microsoft juga membenahi aspek lain yang sering dikeluhkan. Kompatibilitas Bluetooth kini lebih baik, termasuk untuk perangkat seperti AirPods, dan performa USB4 docking, koneksi printer, serta proses autentikasi Windows Hello (wajah dan sidik jari) disebut lebih stabil. Windows Update juga mendapat perhatian dengan hadirnya opsi untuk melewati pembaruan saat proses setup awal (OOBE) dan perpanjangan masa jeda pembaruan.

Kesimpulan: Keluhan Pengguna Valid, Tapi Bukan Segalanya

Jadi, apakah keluhan bahwa Windows 11 makin lemot itu benar? Jawabannya: ya, terutama pada perangkat dengan spesifikasi pas-pasan. Namun, pengalaman penggunaan sangat dipengaruhi oleh kombinasi hardware secara keseluruhan. Laptop dengan prosesor kuat dan SSD akan tetap terasa responsif meski RAM-nya 8 GB, sementara perangkat dengan spesifikasi rendah akan lebih cepat kewalahan.

Dengan berbagai optimasi yang dijanjikan, Microsoft berharap Windows 11 dapat memberikan pengalaman yang lebih cepat dan stabil di berbagai kelas perangkat. Namun, sampai pembaruan tersebut benar-benar dirilis dan diuji secara independen, kita perlu menunggu untuk melihat apakah janji ini menjadi kenyataan atau sekadar wacana.

Reporter: Saiful
Sumber: jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top