Pendapatan PSSI Tembus Rp722 Miliar, Ketergantungan APBN Turun Drastis ke Rp63 Miliar

Penulis: Yasir  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 22:29:31 WIB
Pendapatan PSSI mencapai Rp722 miliar berdasarkan hasil audit yang diumumkan dalam Kongres Tahunan PSSI 2026 di Jakarta.

SULAWESI TENGGARA — Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan hasil audit pendapatan organisasinya mencapai Rp722 miliar dalam kongres tahunan PSSI 2026 di Jakarta, Senin (3/8). Dari total tersebut, porsi dana pemerintah hanya sekitar 8,7 persen, turun signifikan dibanding periode sebelumnya.

"Kami di PSSI senang, pendapatan kami kurang lebih tadi sudah diaudit, kurang lebih tahun ini Rp722 miliar," kata Erick dalam jumpa pers setelah kongres tahunan.

Porsi APBN Menyusut Lebih dari Setengah

Perbandingan dengan periode sebelumnya menunjukkan akselerasi kemandirian finansial. Pada kongres tahunan Juni 2025, pendapatan PSSI tercatat Rp469 miliar dengan Rp120 miliar berasal dari APBN. Kini, ketergantungan pada anggaran negara berkurang hampir 50 persen.

Namun Erick menegaskan penurunan ini bukan berarti PSSI menolak bantuan pemerintah. Menurut pria yang juga menjabat sebagai Menpora ini, dukungan materi dari negara tetap dibutuhkan untuk pengembangan sepak bola nasional.

"Kami juga berbangga, dari Rp722 miliar itu, Rp63 miliar dari APBN. Sisanya benar-benar kami di PSSI bekerja keras untuk pendanaan itu," ucapnya.

Bandingkan dengan Periode Piala Dunia U-17

Lonjakan pendapatan non-APBN ini menjadi kontras dengan catatan kongres tahunan 2024. Saat itu, PSSI membukukan pendapatan Rp700 miliar, namun Rp300 miliar di antaranya bersumber dari APBN—termasuk anggaran penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023.

Artinya, dalam dua tahun terakhir, PSSI berhasil menaikkan pendapatan mandiri dari sekitar Rp400 miliar menjadi Rp659 miliar, tanpa menggelembungkan total pemasukan secara signifikan.

I.League Raup Rp705 Miliar per Musim

Di luar pendapatan federasi, Erick turut membeberkan kinerja operator kompetisi, I.League, yang mencatat pemasukan Rp705 miliar per musim. Angka ini disebut meningkat cukup signifikan, tidak hanya dari Super League tetapi juga Championship.

"Liga [I.League] itu sekarang pendapatannya per musim sudah Rp705 miliar. Ini hal yang bagus. Makanya klub-klub sekarang, Liga 1, Liga 2, mendapatkan pemasukan yang lebih tinggi," jelasnya.

Kenaikan pendapatan operator liga ini berimplikasi langsung pada distribusi dana ke klub-klub peserta. Dengan pemasukan yang lebih besar, alokasi untuk Liga 1 dan Liga 2 disebut mengalami peningkatan dibanding musim-musim sebelumnya.

Reporter: Yasir
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top