Realisasi PAD Konawe Baru 52,81 Persen hingga Juli 2026, Bapenda Beberkan Empat Hambatan Utama dan Bocoran Data

Penulis: Ragil  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52:01 WIB
Bupati Konawe H. Yusran Akbar memimpin High Level Meeting evaluasi PAD di Aula BKPSDM pada Senin (3/8/2026).

KONAWE — Target pendapatan daerah senilai Rp348,4 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 masih menyisakan pekerjaan rumah besar bagi jajaran Pemkab Konawe. Hingga akhir Juli lalu, kas daerah baru terisi Rp184.006.323.209, atau setara 52,81 persen dari pagu yang ditetapkan.

Angka tersebut menjadi bahan pembahasan dalam High Level Meeting evaluasi PAD yang dipimpin langsung Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, di Aula BKPSDM pada Senin (3/8/2026). Rapat strategis itu dihadiri Sekda Dr. Ferdinand, pimpinan OPD, camat, lurah, hingga kepala desa se-Kabupaten Konawe.

Empat Hambatan yang Menghambat Pemasukan Daerah

Dalam paparannya, Andi Tenri Lasendara merinci empat komponen utama PAD. Sektor Pajak Daerah dari 13 jenis pajak yang dikelola baru terealisasi 57,8 persen. Dua sektor paling lemah adalah Pajak Air Tanah yang cuma mencapai 9,38 persen dan Pajak Sarang Burung Walet yang baru terkumpul 4,77 persen.

Adapun sektor Retribusi Daerah (15 jenis) mencatat realisasi Rp48,6 miliar atau 43,16 persen, sementara Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah sudah mencapai 80,92 persen atau Rp5,4 miliar.

Andi Tenri menyebut ada empat hambatan utama yang menjadi momok pengelolaan PAD. "Mulai dari regulasi yang perlu di

Reporter: Ragil
Sumber: persadakita.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top