SULAWESI TENGGARA — Turnamen yang berlangsung sejak 27 Juli ini bukan sekadar ajang adu ketangkasan. Dengan masuknya Kapolri Cup ke dalam kalender resmi PP PBSI, setiap kemenangan yang diraih para atlet berkontribusi langsung terhadap perolehan poin peringkat nasional mereka.
Kategori yang dipertandingkan terbilang inklusif. Tercatat 591 atlet berlaga di kategori umum, 558 personel Polri dari berbagai Polda dan satuan kerja Mabes Polri, serta 70 atlet para bulu tangkis yang turut ambil bagian. Mereka bertanding di GOR UNJ, GOR Duren Sawit, dan GOR Pondok Bambu.
"Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia," ujar Listyo Sigit dalam sambutannya.
Kapolri juga menekankan bahwa ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat. Turnamen ini digarap melalui kolaborasi tiga lembaga: Polri, PP PBSI, dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI).
Apresiasi disampaikan Kapolri kepada seluruh elemen yang terlibat, mulai dari klub bulu tangkis, atlet, perwakilan Polda dan Polres, hingga kementerian dan lembaga. Dukungan lintas sektor ini dinilai menjadi faktor kunci suksesnya penyelenggaraan turnamen.
Ke depan, Kapolri Cup diharapkan menjadi agenda tahunan yang konsisten melahirkan atlet-atlet baru. Dengan dukungan penuh dari PBSI dan NPCI, turnamen ini diproyeksikan menjadi batu loncatan bagi atlet bulu tangkis Indonesia untuk bersaing di pentas internasional.