JAKARTA — Kadin Sulawesi Tenggara mengusulkan percepatan realisasi hilirisasi industri Aspal Buton dengan status Proyek Strategis Nasional (PSN). Usulan ini disampaikan langsung Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.
Pertemuan itu dihadiri sekitar 150 pengurus Kadin dari 38 provinsi. Anton Timbang hadir mendampingi Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
Kadin menilai langkah ini krusial untuk menjadikan Aspal Buton sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, baik bagi daerah maupun nasional. Pulau Buton di Sulawesi Tenggara menyimpan deposit aspal alami terbesar di dunia.
Upaya hilirisasi ini mendapat angin segar setelah Danantara mengalokasikan investasi senilai Rp 1,4 triliun untuk pengembangan industri Aspal Buton.
Selain pengusulan PSN, Kadin juga menyambut rencana penerbitan Peraturan Presiden tentang Percepatan Investasi dan Pengembangan Industri Pengolahan Aspal Buton. Regulasi ini nantinya mengamanatkan pembentukan Badan Usaha Pengembang Aspal Buton Olahan (BUPABO).
Badan tersebut bertugas merencanakan, membangun, hingga mengoperasikan pengolahan aspal di daerah. Kadin berharap Presiden menunjuk Kadin Indonesia beserta jajarannya di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk terlibat dalam BUPABO.
Keterlibatan ini bertujuan agar Kadin bisa mengawal dan memantau langsung penyerapan serta penerapan spesifikasi Aspal Buton olahan di lapangan.
Pertemuan yang mengusung semangat Indonesia Incorporated ini menegaskan komitmen Kadin Sultra bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah. Selain memperjuangkan Aspal Buton, Kadin menyatakan kesiapannya mendorong investasi, memperkuat ekonomi nasional, dan memberdayakan UMKM menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui pengawalan langsung Anton Timbang di Istana Merdeka, potensi Aspal Buton Sultra diharapkan segera terealisasi menjadi pilar utama kemandirian industri aspal nasional.