Presiden Prabowo Tegaskan Masa Depan Transportasi Indonesia Berbasis Listrik, dari Kereta hingga Motor

Penulis: Ragil  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 19:10:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa elektrifikasi transportasi nasional akan mencakup seluruh moda, dari kereta api hingga sepeda motor.

JAKARTA — Pemerintah menetapkan arah baru pembangunan energi nasional yang berfokus pada elektrifikasi di sektor transportasi. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peralihan ke kendaraan listrik akan mencakup semua jenis moda, bukan hanya kereta api.

"Kita akan bangun energi yang hijau. Energi yang terbarukan. Jangankan kereta api, nanti hampir semua kendaraan kita nanti dari listrik, truk kita, bus kita, mobil kita, motor kita," kata Prabowo dalam sambutannya di Semarang, Kamis.

Revitalisasi Stasiun Jadi Daya Tarik Wisata Baru

Di luar soal energi, Presiden juga menyoroti peran strategis kereta api dalam sektor pariwisata. Menurutnya, revitalisasi ratusan stasiun yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menarik wisatawan.

"Usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun-stasiun sangat penting, jangan dianggap sepele. Ini bisa jadi daya tarik," ujar Prabowo.

Pelestarian bangunan cagar budaya seperti Stasiun Semarang Tawang, kata dia, mampu mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara yang tertarik pada wisata sejarah dan budaya. Prabowo menekankan bahwa merawat stasiun bersejarah sama dengan merawat identitas bangsa.

Transformasi Fisik dan Mental Bangsa

Prabowo meminta agar pembenahan fasilitas di kawasan stasiun tidak hanya fokus pada struktur bangunan, tetapi juga kebersihan, kerapian, dan estetika lingkungan. Ia ingin mengubah citra stasiun kereta di Indonesia menjadi lebih modern dan terawat.

"Kita ubah kesan. Indonesia memang harus lestari, harus indah, harus asri. Tidak boleh ada sampah yang liar, tidak boleh ada gedung yang tidak terawat," tegasnya.

Presiden menilai pembenahan infrastruktur transportasi dan pelestarian bangunan bersejarah bisa memperkuat daya tarik pariwisata di berbagai daerah sekaligus menjadi motor transformasi nasional. "Lestarikan semua stasiun, ini juga bagian dari lestarikan sejarah. Tapi lebih penting, ini bagian daripada usaha kita sebagai bangsa untuk di semua bidang kita lakukan transformasi," tutupnya.

Reporter: Ragil
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top