BAUBAU — Sebanyak tiga kelurahan di sekitar Bandara Betoambari Baubau, Sulawesi Tenggara, menjadi sasaran program padat karya yang digelar sejak April lalu. Kegiatan ini merupakan inisiatif Kementerian Perhubungan yang bertujuan mendongkrak kesejahteraan ekonomi warga di sekitar sektor transportasi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bandara Betoambari Baubau, La Ode Ahyar, menyebutkan tiga kelurahan yang dilibatkan adalah Kelurahan Lipu, Katobengke, dan Sulaa. Ketiganya merupakan wilayah terdekat dengan bandara.
"Jadi pekerjanya itu warga sekitar bandara. Alhamdulillah, kami sudah laksanakan dari bulan April sampai dengan Juni dan baru selesai bulan Juli ini," ujarnya, Rabu.
Adapun jenis pekerjaan yang dilakukan meliputi pembersihan rumput, drainase, pengecetan, pembersihan pagar, dan strip di area keliling kawasan bandara.
Program padat karya ini bukan kali pertama digelar. La Ode Ahyar menegaskan bahwa pelibatan warga dilakukan melalui koordinasi dengan pihak kelurahan dan langsung ke masyarakat. Jumlah pekerja yang terlibat disebut cukup banyak.
"Dengan program tersebut, diharapkan setidaknya bisa membantu perekonomian masyarakat meskipun tidak begitu banyak," kata Ahyar.
Salah seorang warga Lipu Katobengke, Rober, mengapresiasi program ini. Menurutnya, keberadaan program padat karya sangat membantu perekonomian masyarakat setempat.
"Harapan kami sebagai masyarakat khususnya Lipu dan Katobengke, semoga program ini selalu berlanjut, karena ini bisa menambah pendapatan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian," ujarnya.
Program padat karya di lingkungan bandara merupakan bentuk kepedulian Kementerian Perhubungan terhadap masyarakat sekitar. Selain memberikan penghasilan tambahan, kegiatan ini juga menjaga kebersihan dan keamanan area operasional bandara.
Pelaksanaan padat karya di Bandara Betoambari Baubau menjadi contoh bagaimana sektor transportasi bisa berdampak langsung pada kesejahteraan warga di sekitarnya.