Pemain Chelsea Hadapi Pemotongan Gaji Hingga Setengah Akibat Gagal ke Liga Champions

Penulis: Fajar  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 02:34:31 WIB
Pemain Chelsea mulai mengalami pemotongan gaji hingga setengah setelah gagal ke Liga Champions.

SULAWESI TENGGARA — Klausul pemotongan gaji yang telah ditandatangani para pemain Chelsea mulai berlaku setelah tim asuhan Xabi Alonso dipastikan absen dari seluruh kompetisi Eropa musim depan. Finis di peringkat kesepuluh Liga Primer Inggris musim lalu menjadi pemicu utama pemberlakuan aturan kontrak tersebut.

Gaji Pemain Inti Bisa Turun hingga Sepertiga

Laporan media Spanyol, AS, mengungkap bahwa pemotongan gaji tidak main-main. Para pemain inti The Blues disebut bakal mengalami penurunan pendapatan hingga setengah atau bahkan sepertiga dari gaji normal mereka.

Kondisi ini kontras dengan status mereka sebelumnya yang menikmati keuntungan sebagai bintang. Kini, mereka hanya menerima gaji yang layak namun jauh lebih rendah dari standar Liga Primer Inggris.

Manajemen Chelsea Buka Pintu Keluar dengan Harga Tinggi

Beberapa perwakilan pemain telah meminta manajemen Chelsea untuk meninjau ulang kontrak yang sudah ditandatangani. Alternatif lain yang diajukan adalah menetapkan klausul denda dalam setiap kontrak sebagai kompensasi.

Namun, respons manajemen klub London tersebut dinilai terlambat. Pihak klub hanya menyatakan, “Semuanya baik-baik saja, tetapi setiap pemain yang ingin hengkang harus membayar, minimal, jumlah yang telah kami bayarkan untuk mendatangkannya.”

Enzo Fernandez hingga Cole Palmer Terjebak Klausul Penalti

Klausul penalti tersebut sudah mencantumkan angka spesifik untuk sejumlah pemain. Enzo Fernandez misalnya, harus membayar 120 juta euro—nominal yang sama dengan biaya transfer yang dibayarkan Chelsea kepada Benfica.

Selain Fernandez, Cole Palmer, Moises Caicedo, dan Joao Pedro juga termasuk dalam daftar pemain yang kontraknya memuat klausul serupa. Bahkan, untuk Palmer dan Fernandez sendiri, sudah mulai terdengar pembicaraan mengenai kemungkinan transfer.

Ketegangan di Ruang Ganti dan Masa Depan Skuad

Ketegangan kini menyelimuti ruang ganti Chelsea. Beberapa pemain inti bahkan tidak mengetahui secara detail langkah manajemen yang ternyata sudah tercantum dalam kontrak mereka sejak awal.

Xabi Alonso, yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih, menghadapi situasi rumit di awal masa baktinya. Alih-alih fokus pada taktik dan persiapan musim baru, ia harus mengelola ketidakpuasan para pemain yang pendapatannya terpotong drastis.

Musim baru Chelsea belum dimulai, namun krisis internal sudah menghadang. Pertanyaan terbesarnya kini: siapa yang bertahan dan siapa yang rela membayar mahal untuk pergi?

Reporter: Fajar
Sumber: goal.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top