KENDARI — Proses mobilisasi aset PT Gema Kreasi Perdana (GKP) di Wawonii, Konawe Kepulauan, mulai berjalan secara bertahap. Perusahaan menegaskan langkah ini merupakan bagian dari pengelolaan aset agar tetap terpelihara dan aman.
”Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan aset perusahaan agar tetap terpelihara, aman, dan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan ke depan,” tulis perwakilan Manajemen PT GKP dalam keterangan resmi yang diterima di Kendari, Jumat.
Manajemen PT GKP memastikan bahwa penghentian produksi tidak berarti perusahaan lepas tangan dari tanggung jawab sosial dan hukum. Seluruh kewajiban korporasi, termasuk pengelolaan lingkungan dan pemeliharaan area operasional, akan terus ditunaikan sesuai regulasi yang berlaku.
”Kami tetap berkomitmen menjalankan seluruh kewajiban yang melekat, termasuk dalam hal pengelolaan lingkungan, pemeliharaan area operasional, serta pelaksanaan berbagai komitmen kepada para pemangku kepentingan,” tambah pernyataan manajemen.
Selama masa penyesuaian operasional ini, perusahaan mengaku masih melakukan pemantauan dan perawatan berkala di area tambang. Tujuannya untuk memastikan kondisi lingkungan di sekitar Wawonii tetap terjaga dengan baik.
PT GKP merupakan perusahaan pertambangan yang sebelumnya aktif beroperasi di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai penyebab pasti penghentian produksi dan berapa lama masa transisi ini akan berlangsung.